Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Tuesday, July 12, 2016

cerita dari anyer

matahari sedang cerah-cerahnya. angin berembus, bergerak mempermainkan seluruh yang melekat pada tubuhku. ombak menggulung dirinya, berupaya menjangkau aku. kupasrahkan kaki-kakiku, kubiarkan keduanya basah tersapu ombak. ah, begini rasanya pantai.


sebelumnya aku hanya dibuai oleh keramaian kota dan dinginnya pusat perbelanjaan. kini aku merasa nyaman. merasa membumi, melebur bersama dua elemen penyusunnya; air dan daratan.

yah, tapi aku sempat kecewa pada senja hari itu. ia menolak untuk dinikmati olehku.

tapi aku menyukai malamnya. setelah menghilang tanpa aba-aba, rupanya matahari mencari pengganti dirinya untukku. bulan yang begitu sabit dan jutaan bintang. membuatku tak ingin pulang.

aku membayangkan diriku berbaring di pasir. memandangi langit seraya membicarakan masa depan bersama seseorang. namun ia malah mengajakku membangun istana pasir. menyebalkan, ya?

dan ya, tubuhku ringkih. angin malam tak begitu kusukai. kantuk dan lelah pun membuatku ingat rumah. dalam perjalanan pulang, ia menghangatkan jemari--dan hati. lalu aku tertidur hingga pagi.



anyer, 2016

blurry; just like our love story. (in frame: rian & arum)

No comments:

Post a Comment