Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Monday, June 06, 2016

selamat malam. bagaimana kabarmu?

maaf telah menghilang begitu saja. aku merasa bersalah telah berharap kau akan pulang ke rumahmu; aku. sedang kenyamanan akan rumah yang baru nampaknya telah melenakanmu.

benar, aku rumah yang pasrah. tiada hakku memilih siapa tuanku. jika kau orangnya, aku siap membuka pintuku untuk kepulanganmu. kapan saja; di tengah malam, ketika hujan badai sekalipun.


namun, jika bukan kau, biar aku mengabadikan aroma tubuhmu dalam diriku. agar aku tidak terlihat menyedihkan, sebab sepi membuat sesuatu terlihat mati, bukan? aku tidak ingin mati.

jika bukan kau orangnya, pasti akan ada orang lain yang datang dan bertanya, mengapa tubuhku beraroma kau? demi tuhan, aku belum mempersiapkan jawaban atas pertanyaan itu. aku tak peduli.

omong-omong, kau ini tuan yang jahat ya? kau tahu aku buruk, rapuh dan akan hancur. tapi kau pergi. dengarlah, kau bisa perbaiki aku kalau kau mau. sayangnya tidak, kau tidak berkenan.

aku? mengapa aku? apa kau pernah melihat sebuah rumah memperbaiki dirinya sendiri?

aku butuh kau. tidakkah kau mengerti?

aku tidak sedang mengiba. aku hanya berharap, jika sesuatu dalam hatimu menuntunmu menuju aku, kuharap aku telah baik-baik saja, telah rapi dan tidak berantakan lagi. telah lebih layak menaungimu dan mimpi-mimpi besarmu.

dan kau, telah jadi tuan yang baik bagi rumahnya; aku.

salam rindu.

Asri Ayu Nuryani ©. Powered by Blogger.

Semesta Kata . 2017 Copyright. All rights reserved. Blog Templates Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates