Blogger Widgets
Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani

Tuesday, May 19, 2015

Coaching Class with Raditya Dika: How to Be Creative?

Halo. Mau cerita nih. Jadi, kemarin sepulang latihan buat acara Festival Budaya, Indah BBM gue, ngajak ke IPB International Convention Center buat lihat Raditya Dika, Dewi Lestari, GAC, dll. Kata si Ami tiketnya udah abis. Tapi kata Indah masih ada. Ya udah gue dipesenin tiketnya. Sampe sana, gilak ngantrinya panjang banget. Untung Indah sama Rachma udah ngantri duluan. Paling depan. Jadi gue tinggal nyelip. Ehe. (Maafkan kelangsingan aku ya. ^^)

Sampe atas, gue sebenernya masih nggak tau ada acara apaan. -_- Pas gue liat jadwalnya yang gede banget, ternyata ada coaching class sama Raditya Dika, Dewi Lestari, dan GAC. Gue masih mengira kita bakal kebagian ketiga kelas itu. Ternyata harus pilih salah satu. Akhirnya kita pilih kelas Bang Dika. Terus gue ngantri lagi buat masuk ke ruangan.  Percaya atau nggak, 60% yang dateng itu anak SMP. Malah ada yang SD. Seketika gue merasa tua.  Terus Bang Radit nanya, “Ada yang masih zygot nggak di sini?” "............"

Nah, biar kesannya nggak sia-sia banget gue dateng ke sana, gue mau share sedikit (dikit banget) tentang materi yang dikasih sama Bang Dika.

How to Be Creative? 


Gimana sih caranya supaya kita jadi kreatif? Kata Bang Dika sih gini:

1. Sudut Pandang yang Berbeda
Jadi, kita harus melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Jangan melihat sesuatu dari satu sisi aja. Ada banyak hal bisa kita dapat kalau kita berusaha untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda.

2. Pola Tersembunyi
Apa sih yang bisa digali dari sudut pandang yang berbeda itu? Banyak! Kita harus bisa temuin pola-pola tersembunyi yang bisa kita kembangkan. Entah itu dalam bentuk tulisan atau pun video kayak yang dilakuin sama Bang Dika. Ada satu hal yang bikin gue kagum sama Bang Dika. Kenapa? Setiap video atau film yang doi buat, doi bikin semacam mind mapping yang berisi alur cerita. Jadi ide-ide bakal tetep tertampung, dan terus berkembang sejalan dengan majunya alur cerita.

sumber
Ini adalah contoh mind mapping. Entahlah, punya Bang Dika lebih kompleks dari ini. Keren banget pokonya!

3. Hasrat untuk Membuat Hal Berbeda
Kita harus punya hasrat, gairah, semangat buat bikin sesuatu yang beda dan unik. Jangan jadi penulis yang menulis bagus, karena ada penulis yang tulisannya lebih bagus. Jangan jadi stand up comedy-an yang terlucu, karena ada yang lebih lucu. Jadilah yang beda. David beda. Dodit apalagi.

To make art, tell stories.

Untuk menciptakan seni, berceritalah. Ya, itulah yang dilakuin sama Bang Dika. Doi emang jago bangetlah kalo soal cerita. Semua karya-karyanya itu merupakan pengalaman pribadi yang diceritakan dan dikemas secara apik dan unik. Mau kayak Bang Dika? Kita juga bisa!

Gimana caranya?

Membuat karya:
1) Ide
Untuk membuat karya, hal pertama yang kita butuhin adalah ide, biaya urusan belakangan, apalagi pacar. Nggak perlu. Bang Dika selalu menciptakan semua karyanya berdasarkan kegelisahan yang dia punya. Buat doi, semakin gelisah, semakin ide itu muncul.

sumber
2) Jujur dengan Kegelisahan Pribadi
Kita boleh aja menuangkan seluruh kegelisahan kita menjadi sebuah karya. Semakin jujur, maka semakin baik karya kita. What’s your hope? What’s your fear? What’s your dream? Tell them! Dan kalau bisa, mulailah dengan menuangkan kegelisahan pribadi, bukan kegelisahan orang lain. 


 3) An idea is born, premise is created.
Lahirlah ide, terciptalah premis. Malam Minggu Miko adalah hasil dari kegelisahan Bang Dika karena saat itu dia jomblo terus dan susah nemu cewek yang bener. Tapi kegelisahan itu nggak bikin doi terpuruk. Justru kegelisahan itu memunculkan ide untuk membuat karya. 

Udah ya, segitu aja. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Khususnya buat diri gue sendiri, yang suka ngerasa nggak kreatif sama sekali.

Oh ya, biar percaya kalo gue beneran ikut coaching class bareng doi.

Pardon the bad angle.


This, too

#kokgaknyambung #ebiarin