Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Wednesday, December 30, 2015

Teruntuk sahabatku,

Aku tahu, aku tak bisa selalu ada di sampingmu. Aku tak punya pilihan. Kita sama-sama asyik dengan jalan masing-masing. Belum lagi jarak membentangkan dirinya dengan begitu kokoh di antara kita. Tapi aku tahu, persahabatan kita bahkan telah lebih panjang dari jarak itu sendiri. Maka aku berusaha mengikisnya—jarak itu, dengan pertemuan yang rupanya hanya sederetan wacana tak berkesudahan. Sebab selain jarak, waktu juga selalu menggagalkan pertemuan kita.

Setidaknya aku telah berusaha.

Kini cerita-ceritamu telah sampai di telinga-telinga baru—yang tak kutahu, lebih dulu dibanding aku. Tidak masalah bagiku selama masih ada tempat bagi cerita-ceritamu, walaupun itu bukan aku.

Masalahnya ialah tatkala, pada akhirnya, ceritamu bahkan tak pernah sampai di telingaku.

Aku? Jangan pedulikan ceritaku. Sebab aku merasa, selain lewat tulisan, aku tak pandai bercerita. Meski pada kenyataannya aku adalah mahasiswa komunikasi, tetap saja, telingaku lebih mampu kuandalkan dibandingkan mulutku. Aku lebih suka mendengarkan.

Maka berceritalah padaku. Apa pun yang ingin kau ceritakan. Kabarmu, kegiatanmu, tugas-tugas kuliahmu, masalahmu, keluargamu, apa pun. Aku ingin mendengarkannya. Aku tak peduli bila kau bercerita hanya saat kau ada masalah. Aku mungkin bukan pemberi saran yang baik, tapi aku mungkin mampu menjadi pendengar yang baik.

Bahkan seorang sahabat berkata padaku bahwa ia hanya akan bercerita tentang kebahagiaannya saja padaku. Aku tahu bahwa ia hanya tak ingin menyusahkanku dengan cerita-cerita sedihnya. Tapi percayalah, semenyedihkan apa pun ceritamu, aku akan siap mendengarkanmu.


Berceritalah, aku siap mendengarkan.

Asri Ayu Nuryani ©. Powered by Blogger.

Semesta Kata . 2017 Copyright. All rights reserved. Blog Templates Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates