Blogger Widgets
Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani

Thursday, October 29, 2015

Pertanyaan-Pertanyaan Untukmu, Tuan



Beri tahu aku, Tuan. Pintu mana yang hendak kau tuju? Biar kurayu Tuhan agar membukakannya untukmu. Pertama-tama aku hanya bisa menunggu. Barangkali, kau butuh aku untuk temukan kuncinya. Maka, saat ini aku tengah berupaya, Tuan. Memperkaya pikiranku, mempertajam pandanganku supaya mampu kiranya aku turut andil di tiap-tiap bahagia yang kau sesap.


Katakan padaku, Tuan. Apakah kebaikan hati tak cukup untuk menyentuh sanubarimu? Namun, aku pun tak sesuci itu. Aku bahkan lebih kotor dari yang kusadari sebelumnya. Dengki, dendam, prasangka, masih kerap menyelip-nyelipkan dirinya di kalbuku yang biru. Diksi yang tak pantas masih sering lolos dari mulutku yang kau kira polos. Tapi untukmu, Tuan, patut kuberbenah hati. Agar patut pula namaku kau sebut dengan tulus saat akad nanti. 

Tidak apa-apakah, Tuan, jika aku tak punya apa pun untuk kau banggakan, selain jiwa yang setabah hujan bulan Juni, kata Tuan Sapardi. Tidak wajahku, tidak pula tubuhku. 

Lalu, apakah kau butuh ketenaran, serta puja-puji dari sesama makhluk, untuk menjejaki dunia yang bagiku kian palsu ini? Maaf, Tuan. Lagi-lagi, yang demikian juga tak ada pada diriku. Keliru jika kau mencarinya dalam diriku.

Pertanyaan terakhir, Tuan. Apakah bagimu memang kecantikan paras, ketenaran bahkan harta jualah yang pada akhirnya memenangkan peperangan antarpesona dalam diri? 

Jika demikian, berhentilah membuatku terpesona, Tuan.

No comments:

Post a Comment