Belakangan ini aku mudah marah. Aku marah pada hal-hal kecil sekali pun. Namun tetap saja, tak sedikit pun kemarahan itu dapat kuungkapkan. Tak sedikit pun, kecuali dengan tangis. Cengeng? Itu nama tengahku. Biarlah, terserah padamu jika ingin menganggapku baper, seperti yang acap kali dilontarkan remaja kekinian.

Aku marah. 

Pada diriku sendiri.