Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Monday, July 13, 2015

Hitam dan Putih, Nila dan Susu

Jiwa manusia tak melulu tentang putih, tak juga selalu tentang hitam. Setiap manusia, baik dan buruk pada porsinya masing-masing. Mahasempurna Tuhan telah menciptakan semesta dengan seluruh keseimbangannya.

Separuh aku merasa begitu baik—ya, setidaknya di mataku sendiri. Begitu baiknya aku, hingga aku merasa diam-diam Tuhan melekatkan sepasang sayap tak terlihat di punggungku. Tetapi tentu, ini hanya perasaanku saja.

Namun separuh lainnya merasa bahwa diriku hanyalah seorang pemain peran antagonis; jahat, licik, munafik. Buruk sekali, kan? Seakan setiap keburukan yang kubuat turut membakar semangat setan untuk terus menjalankan misinya di bumi: menggoda manusia. Begitu buruk, hingga aku merasa ditertawai oleh separuh diriku yang baik.

 “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” kata pepatah.

Oh, ayolah. Susu sebelanga terlalu banyak untuk rusak hanya karena setitik nila. Toh, warna putihnya akan tetap sama. Kebaikan yang (terlalu) banyak, takkan mudah terlupakan hanya karena kesalahan kecil, kan?

Semestinya begitu.

Nyatanya, manusia lebih gemar mencari kesalahan yang tak sepantasnya dicari.

Aku pernah merasa seperti sebelanga susu yang terlihat baik-baik saja walau setitik nila melarutkan dirinya bersamaku. Aku pernah tetap terlihat baik di mata orang-orang, padahal aku pun sering berlaku buruk.  Namun, ketahuilah, rasa bersalahku melebihi apa pun ketika membiarkan orang-orang berpikir bahwa aku gadis baik tanpa cela. Padahal, tidak sama sekali.

Tetapi percayalah, jika kau menganggapku baik (padahal aku merasa tidak), maka bolehkah kuaminkan anggapanmu? Kujadikan itu sebagai doa. Agar aku berusaha menjadi lebih baik.

Hanyalah aku, manusia dengan seutuh jiwa yang begitu dinamis. Terus bergerak, entah maju atau mundur. Mudah berubah, entah lebih baik atau buruk.

Maka kuhaturkan maafku atas segala hitamku; yang mampu kututupi dan yang tak sanggup ingkari.


لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim."




Salam,
Asri Ayu Nuryani


No comments:

Post a Comment