Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Wednesday, December 30, 2015

Berceritalah

Teruntuk sahabatku,

Aku tahu, aku tak bisa selalu ada di sampingmu. Aku tak punya pilihan. Kita sama-sama asyik dengan jalan masing-masing. Belum lagi jarak membentangkan dirinya dengan begitu kokoh di antara kita. Tapi aku tahu, persahabatan kita bahkan telah lebih panjang dari jarak itu sendiri. Maka aku berusaha mengikisnya—jarak itu, dengan pertemuan yang rupanya hanya sederetan wacana tak berkesudahan. Sebab selain jarak, waktu juga selalu menggagalkan pertemuan kita.

Thursday, October 29, 2015

Pertanyaan-Pertanyaan Untukmu, Tuan



Beri tahu aku, Tuan. Pintu mana yang hendak kau tuju? Biar kurayu Tuhan agar membukakannya untukmu. Pertama-tama aku hanya bisa menunggu. Barangkali, kau butuh aku untuk temukan kuncinya. Maka, saat ini aku tengah berupaya, Tuan. Memperkaya pikiranku, mempertajam pandanganku supaya mampu kiranya aku turut andil di tiap-tiap bahagia yang kau sesap.

Monday, September 14, 2015

Bagaimana Cara Menerima?


Belakangan ini aku mudah marah. Aku marah pada hal-hal kecil sekali pun. Namun tetap saja, tak sedikit pun kemarahan itu dapat kuungkapkan. Tak sedikit pun, kecuali dengan tangis. Cengeng? Itu nama tengahku. Biarlah, terserah padamu jika ingin menganggapku baper, seperti yang acap kali dilontarkan remaja kekinian.

Aku marah. 

Pada diriku sendiri.

Monday, July 13, 2015

Hitam dan Putih, Nila dan Susu

Jiwa manusia tak melulu tentang putih, tak juga selalu tentang hitam. Setiap manusia, baik dan buruk pada porsinya masing-masing. Mahasempurna Tuhan telah menciptakan semesta dengan seluruh keseimbangannya.

Separuh aku merasa begitu baik—ya, setidaknya di mataku sendiri. Begitu baiknya aku, hingga aku merasa diam-diam Tuhan melekatkan sepasang sayap tak terlihat di punggungku. Tetapi tentu, ini hanya perasaanku saja.

Namun separuh lainnya merasa bahwa diriku hanyalah seorang pemain peran antagonis; jahat, licik, munafik. Buruk sekali, kan? Seakan setiap keburukan yang kubuat turut membakar semangat setan untuk terus menjalankan misinya di bumi: menggoda manusia. Begitu buruk, hingga aku merasa ditertawai oleh separuh diriku yang baik.

Tuesday, June 02, 2015

Why Should Say Something Bad If Could Say The Good One?

"It’s okay. Okay." I said again and again to myself.

Lately, I felt like need something quiet, something that can calm myself down. No. Not drugs or anything bad. Just peace, serenity.
I felt so damn upset. Something wrong with myself. And unfortunately I know why.
Thousand same questions are floating up in my mind.
Do I need a change? Why do I need a change? Why did I change?

Tuesday, May 19, 2015

Coaching Class with Raditya Dika: How to Be Creative?

Halo. Mau cerita nih. Jadi, kemarin sepulang latihan buat acara Festival Budaya, Indah BBM gue, ngajak ke IPB International Convention Center buat lihat Raditya Dika, Dewi Lestari, GAC, dll. Kata si Ami tiketnya udah abis. Tapi kata Indah masih ada. Ya udah gue dipesenin tiketnya. Sampe sana, gilak ngantrinya panjang banget. Untung Indah sama Rachma udah ngantri duluan. Paling depan. Jadi gue tinggal nyelip. Ehe. (Maafkan kelangsingan aku ya. ^^)

Sampe atas, gue sebenernya masih nggak tau ada acara apaan. -_- Pas gue liat jadwalnya yang gede banget, ternyata ada coaching class sama Raditya Dika, Dewi Lestari, dan GAC. Gue masih mengira kita bakal kebagian ketiga kelas itu. Ternyata harus pilih salah satu. Akhirnya kita pilih kelas Bang Dika. Terus gue ngantri lagi buat masuk ke ruangan.  Percaya atau nggak, 60% yang dateng itu anak SMP. Malah ada yang SD. Seketika gue merasa tua.  Terus Bang Radit nanya, “Ada yang masih zygot nggak di sini?” "............"

Nah, biar kesannya nggak sia-sia banget gue dateng ke sana, gue mau share sedikit (dikit banget) tentang materi yang dikasih sama Bang Dika.

How to Be Creative? 


Gimana sih caranya supaya kita jadi kreatif? Kata Bang Dika sih gini:

1. Sudut Pandang yang Berbeda
Jadi, kita harus melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Jangan melihat sesuatu dari satu sisi aja. Ada banyak hal bisa kita dapat kalau kita berusaha untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda.

2. Pola Tersembunyi
Apa sih yang bisa digali dari sudut pandang yang berbeda itu? Banyak! Kita harus bisa temuin pola-pola tersembunyi yang bisa kita kembangkan. Entah itu dalam bentuk tulisan atau pun video kayak yang dilakuin sama Bang Dika. Ada satu hal yang bikin gue kagum sama Bang Dika. Kenapa? Setiap video atau film yang doi buat, doi bikin semacam mind mapping yang berisi alur cerita. Jadi ide-ide bakal tetep tertampung, dan terus berkembang sejalan dengan majunya alur cerita.

sumber
Ini adalah contoh mind mapping. Entahlah, punya Bang Dika lebih kompleks dari ini. Keren banget pokonya!

3. Hasrat untuk Membuat Hal Berbeda
Kita harus punya hasrat, gairah, semangat buat bikin sesuatu yang beda dan unik. Jangan jadi penulis yang menulis bagus, karena ada penulis yang tulisannya lebih bagus. Jangan jadi stand up comedy-an yang terlucu, karena ada yang lebih lucu. Jadilah yang beda. David beda. Dodit apalagi.

To make art, tell stories.

Untuk menciptakan seni, berceritalah. Ya, itulah yang dilakuin sama Bang Dika. Doi emang jago bangetlah kalo soal cerita. Semua karya-karyanya itu merupakan pengalaman pribadi yang diceritakan dan dikemas secara apik dan unik. Mau kayak Bang Dika? Kita juga bisa!

Gimana caranya?

Membuat karya:
1) Ide
Untuk membuat karya, hal pertama yang kita butuhin adalah ide, biaya urusan belakangan, apalagi pacar. Nggak perlu. Bang Dika selalu menciptakan semua karyanya berdasarkan kegelisahan yang dia punya. Buat doi, semakin gelisah, semakin ide itu muncul.

sumber
2) Jujur dengan Kegelisahan Pribadi
Kita boleh aja menuangkan seluruh kegelisahan kita menjadi sebuah karya. Semakin jujur, maka semakin baik karya kita. What’s your hope? What’s your fear? What’s your dream? Tell them! Dan kalau bisa, mulailah dengan menuangkan kegelisahan pribadi, bukan kegelisahan orang lain. 


 3) An idea is born, premise is created.
Lahirlah ide, terciptalah premis. Malam Minggu Miko adalah hasil dari kegelisahan Bang Dika karena saat itu dia jomblo terus dan susah nemu cewek yang bener. Tapi kegelisahan itu nggak bikin doi terpuruk. Justru kegelisahan itu memunculkan ide untuk membuat karya. 

Udah ya, segitu aja. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Khususnya buat diri gue sendiri, yang suka ngerasa nggak kreatif sama sekali.

Oh ya, biar percaya kalo gue beneran ikut coaching class bareng doi.

Pardon the bad angle.


This, too

#kokgaknyambung #ebiarin

Wednesday, February 25, 2015

Review Semester 1: Belajar Apa di Komunikasi?

Assalamu’alaikum. 

Hmm, saya inget banget, awal tahun kemarin saya sedang rajin-rajinnya mencari info tentang perguruan tinggi. Mulai dari browsing di internet, sampai mendatangi kakak kelas yang lebih dulu berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Dan tentunya belajar dong. Buat apa juga kita dapat banyak info tentang PTN tapi kita sendiri nggak belajar? Oke.

Saya bukan mau kasih tips supaya lolos PTN kok. Dan betapa pun kamu membaca tips-tips dari orang hebat, kalau kamu nggak berusaha mungkin akan sulit buat berhasil.

Saya cuma mau berbagi pengalaman sama adik-adik. Terutama buat yang berminat masuk jurusan komunikasi, khususnya di Program Diploma IPB. Ini hanya sekadar review satu semester saya aja, ya. Supaya kamu tahu sedikit gambaran tentang dunia yang bakal kamu masuki ini.

Sebelumnya, mau kasih tahu juga, nih. Karena ini Program Diploma, maka Komunikasi di Program Diploma IPB itu disebutnya Program Keahlian Komunikasi ya (sebut saja PK KMN), bukan jurusan Komunikasi, apalagi jurusan Bekasi-Bogor. (krik krik krik) Oke.

Selain itu, sekali lagi, karena ini Program Diploma, maka bobot persentase kegiatan kuliah yaitu 40% kuliah dan 60% praktikum. Jadi, kamu bisa kuliah hanya 50 menit, tetapi praktikummu mulai 2 bahkan sampai 4 jam. Ini nggak hanya di Komunikasi aja, ya. Tapi ini juga berlaku bagi seluruh program keahlian di Diploma IPB. 

"Apa aja sih yang akan dipelajari di Program Keahlian Komunikasi IPB?"

Di semester satu, kamu bakal menjumpai 7 mata kuliah. Mata kuliahnya terdiri dari 4 mata kuliah Program Keahlian Komunikasi (Pengantar Komunikasi, Komunikasi Antarpribadi, Teknik Wawancara, Psikologi Komunikasi) dan 3 mata kuliah Program Diploma (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan juga Pengantar Agroindustri). “Lho apa bedanya?” Bedanya, mata kuliah PK Komunikasi hanya dipelajari oleh mahasiswa KMN aja. Tapi, mata kuliah Program Diploma dipelajari oleh seluruh mahasiswa Program Keahlian lainnya.

Hmm, biar lebih jelas, gimana kalau kita bahas satu per satu? Tapi yang 4 mata kuliah Program Keahlian Komunikasi aja, ya? Sebelum itu, saya cuma membahas tentang praktikum aja, ya. Karena materi kuliah mungkin bisa kamu pelajari sendiri nanti. Oke? Sip deh kalau setuju.




  1. Pengantar Komunikasi
    "kitab" kami
    Mata kuliah ini adalah ilmu dasarnya komunikasi. Mulai dari pengertian komunikasi, prosesnya, hambatannya, dan ilmu dasar komunikasi lainnya yang bakal berguna sampai S3 sekalipun. Menurut saya, mata kuliah ini nggak terlalu berat. Karena tugas kamu nggak jauh dari membuat makalah dan presentasi, dan praktikummu hanya akan mengerjakan soal cerita yang berkaitan dengan teori-teori komunikasi. Oh ya, mata kuliah ini juga lumayan banyak tugas kelompoknya. Jadi, buat yang belum terbiasa kerja dalam tim, coba mulai dilatih dari sekarang.

  2. Komunikasi Antarpribadi
    Nah, ini yang mungkin bakal jadi mata kuliah favorit kamu. Kenapa? Percaya atau nggak, tugasmu di mata kuliah ini cuma ngobrol, role play (main peran), games, curhat dan nonton film!

    Di awal pertemuan, kamu bakal disuruh ngobrol dengan teman sekelasmu, mulai dari topik ringan yang nggak ditentuin sampai topik-topik berat yang ditentuin sama dosen.

    Terus, kamu bakal dapet tugas bermain peran. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok, di mana kamu diminta untuk memainkan sebuah peran berdasarkan cerita yang kamu karang sendiri dengan tema yang biasanya ditentukan secara acak oleh dosen. Dalam bermain peran, kamu harus total, nggak boleh setengah-setengah. Kalau nggak, ya, nilaimu taruhannya. Ya, saya inget, terakhir role play saya berperan jadi cewek Malaysia dan berbahasa Melayu pastinya. Saya berhari-hari nonton Upin-Ipin buat belajar bahasa Melayu. :’) Hasilnya, lumayan bagus, kata temen-temen. Tapi malunya sampe wisuda, guys. -_-

    Games! Ini juga seru. Tapi nggak asal main aja ya. Games ini berdasarkan teori komunikasi juga tentunya. Dan inget, no cheating! Jangan samakan games praktikum ini dengan PES, GTA, bahkan The Sims.

    Di mata kuliah ini, kamu bakal dua kali nonton film di kelas bersama dosen dan teman-teman kelasmu. Film pertama berkaitan dengan materi persepsi. Waktu itu saya menonton film Sherlock Holmes: Study in Pink!. Film kedua berkaitan dengan materi konflik. Kalau tidak salah, saat itu saya menonton film Tere bin Laden. Eits, jangan seneng dulu. Sehabis nonton film kamu juga harus menulis hasil analisis kamu sesuai instruksi dari dosen! Seru kan? :p

    Selain itu kamu juga bakal disuruh saling curhat dan saling memberikan saran pada temanmu.Hal ini bisa membuat kamu dan teman kelasmu menjadi lebih dekat secara emosional.

  3. Psikologi Komunikasi
    "kitab" juga
    Di pertemuan pertama kamu sudah harus ke lapangan, walaupun masih di sekitar areal kampus, untuk mewawancarai sejumlah orang terkait dengan identitasnya. Pertemuan selanjutnya, kamu juga bakal kembali ke lapangan untuk mengamati perilaku orang-orang di sekitarmu. Tugas ini merupakan tugas kelompok. Saya ingat, saat itu saya dan teman-teman kebagian tugas observasi di stasiun Kota Bogor. Tempat lainnya yang juga jadi objek observasi adalah pasar, rumah sakit, mall. Ya, berdoa aja ya, semoga kebagian di mall ya! :p

    Di mata kuliah ini, kamu pun bakal beberapa kali membuat makalah dan juga presentasi. Sesuai dengan namanya, mata kuliah ini melatih kekuatan psikologismu. Kamu dilatih untuk menjadi pribadi yang memiliki emosi stabil, serta menjadi pribadi yang terbuka. Di satu praktikum, kamu dan teman-temanmu bahkan bisa menangis bersama. Kenapa? Penasaran kan? Hahaha.

    Tenang, mata kuliah ini juga ada nonton filmya kok. Dua kali juga. Kurang seru apa lagi? Saat itu saya menonton film Sixth Sense, sebuah film psikologi yang dijamin bikin kamu nggak bisa tidur. Film kedua yaitu film Three Idiots. Saya nggak bisa berhenti nangis menonton film ini. Dan jangan lupa, ada apa setelah nonton film? Yak, betul sekali! Tugas. Hehehehe. Semangat!

  4. Teknik Wawancara
    Akhirnya, sampailah kita pada mata kuliah yang menurut saya paling berat. Mata kuliah inilah yang paling relevan dengan minat saya, yaitu jurnalistik. Dengan minat saja masih terasa berat, bayangkan jika kamu mengikuti mata kuliah ini tanpa ketertarikan. Pasti akan terasa jauh lebih berat.

    “Seberat apa sih, Kak Asri?” Hmm, jangan diceritain di sini ya. Mungkin nanti saya akan buat postingan khusus soal ini. Itu pun kalau ada yang penasaran sih. Kalau nggak ya udah. :(
    wawancara petugas kebun binatang

    Tapi terlepas dari beratnya, mata kuliah ini masih jadi mata kuliah favorit buat saya. Tugas yang paling berkesan buat saya yaitu saat membuat acara mini talkshow dan saat siaran radio.

    Acara mini talkshow pertama hanya disaksikan oleh teman sekelas praktikum saja. Waktu itu kelompok saya mendapat tugas membuat parodi Bukan Empat Mata, di mana saya berperan sebagai Jojo. Alhasil, saya pun membuat video lipsync Keong Racun versi berhijab. :( Semua kebutuhan talkshow kami kerjakan sendiri, mulai dari skrip, properti, hingga iklan. Alhamdulillah, sukses.

    Radio! Alhamdulillah, saya terpilih untuk menjadi announcer (penyiar) dalam kelompok saya. Hal ini membuat saya merasa semakin dekat meraih mimpi saya. Seperti halnya talkshow kami mengerjakan segalanya sendiri, seperti skrip dan jingle.

    Talkshow kedua. Kali ini satu kelas praktikum bergabung menjadi sebuah kelompok. Acara ini disaksikan oleh kelas praktikum lain. Kami membuat talkshow dengan format hasil kreasi kami sendiri. Kali ini, saya bertugas sebagai script writer sekaligus home band (padahal nggak bisa nyanyi).

    Talkshow ini juga menjadi project terbesar di semester 1. Di sini dibutuhkan kekompakan dan kerja tim yang luar biasa. Kita bahkan sempet berantem, beradu argumen, tapi alhamdulillah lagi, semuanya lancar.

    Ah, ya! Hampir lupa. Mata kuliah ini juga mengharuskan untuk melakukan media visit. Dan kelas saya berkunjung ke Metro TV dan menonton acara Kick Andy. Wonderful, isn’t it?
    media visit Metro TV

seragam kebanggaan kami

let's fly with us!


Sekian cerita pengalaman saya selama satu semester ini. Semoga ada pelajaran atau informasi yang bisa bermanfaat buat kamu. Saya tunggu kamu di sini ya! 

Wassalamu'alaikum.