Sepertinya kita memang telah benar-benar lupa bagaimana cara membahagiakan satu sama lain.

"Aku tidak lupa bagaimana cara membahagiakanmu. Aku masih bisa membahagiakanmu." sangkalmu kala itu.

Kalau begitu, kamu mungkin hanya tidak tahu untuk apa kamu melakukannya. Karena selalu saja hanya kecewa yang berulang kali kuhadirkan tanpa sengaja untukmu. Lagi dan lagi. Hingga kamu bosan, lelah bahkan muak dengan semua ketidakjelasan yang bahkan kauciptakan sendiri.

"Aku telah melakukan semuanya, apapun untukmu. Demi kamu."