Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Wednesday, June 26, 2013



Kapan terakhir kali kamu berkata “maaf”, “terima kasih”, atau “selamat ulang tahun”  kepada ibumu? Kemarin, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau.... belum pernah? Ya, mungkin ada yang belum pernah sama sekali. Beberapa orang yang sulit mengucapakan kata-kata tersebut mungkin mempunyai sebuah alasan; malu.

Mengapa harus malu? Malu memang sebagian dari iman. Tapi bukan untuk yang seperti ini, menurut saya. Apa yang kamu tunggu? Menunggu Tuhan memanggil? Lalu baru membuang malu dan meminta maaf habis-habisan. Terlambat. Jangan terlalu sibuk tumbuh dewasa, sehingga lupa bahwa orang tuamu juga kian menua. Sementara, panggilan Tuhan tak ada yang tahu. Membayangkannya saja saya tak sanggup.



Sejak saya kecil, ibu tak ragu untuk memberitahu saya di mana letak kesalahan saya. Jadi, bisa dibilang, saya terbiasa diceramahi ibu saya. Waktu kecil dulu saat sehabis dimarahi saya menanggapinya dengan bercanda dan mengucap maaf dengan nada bercanda pula. Tujuannya agar beliau tidak marah lagi. Namun, seiring bertambahnya usia, saya lebih bisa memaknai arti kata maaf yang sesungguhnya. Sebuah ungkapan penyesalan dan perjanjian tak tertulis di dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan.

Lalu sulitkah kamu untuk mengucapkan selamat ulang tahun? Saat saya tidak bisa mengucapkannya kepada ibu saya, kamu malah malu untuk melakukannya. Ibu saya, bukan seorang yang tahu kapan ia dilahirkan, bukan seorang yang tahu betapa membahagiakan (sekaligus mengharukannya) hari pertambahan (yang sebenarnya pengurangan) usia. Begitu pun dengan ayah saya. Ah, KTP mereka, hanya bisa-bisaan petugas kelurahan saja.

Terkadang saya iri dengan kamu yang tahu kapan orang tuamu dilahirkan. Saya ingin merayakannya bersama mereka. Karena hal itu, saya menjadikan Hari Ibu, 22 Desember sebagai hari ulang tahun ibu saya. Saya selalu berusaha membuat kesan terbaik di hari itu. Membelikan kue, dan sebagainya bersama kakak laki-laki saya. Lalu mendoakan ibu dan ayah saya diam-diam. Hanya saja, tahun kemarin saya tidak melakukannya, karena uang saya dipakai untuk keperluan yang lain. Saya hanya bisa mendoakan mereka (terutama ibu saya) yang selalu saya khawatirkan kesehatannya. Mengingat, mereka adalah pekerja keras. Mereka bekerja tak kenal waktu, demi kami anak-anaknya. Membuat saya malu jika hanya bermalas-malasan di rumah.

Karena kesibukan mereka, terkadang saya merasa jarang diperhatikan. Merasa tak dibutuhkan. Saya jadi enggan membantu mereka. Egois sekali bukan? Tapi, itu dulu. Hari ini dan esok tak akan ada lagi yang seperti itu. Amin. Saya mengerti alasan mereka. Dan cerita ibu saya pagi tadi sukses membuat saya berpikir, kemudian menyadari betapa beruntung saya. Nyatanya ibu dan ayah tak seberuntung saya saat seusia saya dulu. Ini yang membuat saya harus lebih banyak bersyukur.

Bercerita tentang ibu dan ayah tak akan ada habisnya. Terlebih tentang perjuangan mereka. Baiklah. Semoga kalian bisa mengambil sedikit hikmah dari tulisan saya kali ini. Dan semoga kalian tak ragu dan malu lagi untuk mengucapkan kata-kata tadi.


Asri Ayu Nuryani


19 comments

kalo ngucapin maaf (sebulan yang lalu)
kalo ngucapin terima kasih (emm gak keitung)
kalo ngucapin selamat ulang tahun (setiap tahun)
#anakmami

REPLY

ngucapin maaff.. emang............ haa... kapan ya. #nepok jidat

ngucapin selamat ulangtahun baru aja bulan juni kemaren. sampe beliin kue..

ngucapin terimakasih.. kapan ya....? dikasih duit banyak pun aku nggak bilang makasih 3ya allah, betapa durhakanya gue

makasih udah mengingatkan gue sri

REPLY

Wiiiih aku juga anak mami. xD

REPLY

Hayooo lupa ya, kak. Iya sama-sama. ^^

REPLY

Jujurrrrr.... Demi tuhannnnnnn gua lupa kapan ngucapin maaf, terima kasih, selamat ulang tahun ke orang tua gua!

REPLY

Ini demi Tuhannya pake gaya Arya Wiguna nggak, bang? Hehehe.

REPLY

*pengen nangis*
Maap segiu aja komennya :'(

REPLY

minggu depan insyaallah juga mau ngucapin kok... :D

REPLY

aku sedih bacanya .
sering buat salah, tapi gak pernah bilang maaf di depan ibu. bisanya cuma ngomong lirih :(

REPLY

keren tulisannya dekk..saya malah jarang banget yahhh

REPLY

*kasih tisu* Gapapa. :")

REPLY

Hehe alhamdulillah. :D

REPLY

Aku juga nulisnya sedih. Jangan tunggu lebaran ya hehe. :")

REPLY

Makasih, kak. :) Segerakan yuk kak hehe. :)

REPLY

Saya nggak pernah ada kesempatan untuk mengucapkan hal-hal itu...
bukannya nggak mau... tapi nggak bisa... :(

REPLY

klo saya bacanya gak di kantor, dah nangis nih. karna d kantor ajah jd d tahan.
bener banget sih. jarang banget malah bilang kaya gitu.
pa lagi sama bapak, dah ga bisa. :(

REPLY

Maaf, ya, Kak Eko. Doain terus aja, Kak. :")

REPLY

Asri Ayu Nuryani ©. Powered by Blogger.

Semesta Kata . 2017 Copyright. All rights reserved. Blog Templates Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates