Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Tuesday, June 25, 2013

Berhenti Saja


Empat hari berlalu. Tak ada satu pun pesanmu yang masuk ke ponselku. Kau diculik oleh waktu ke mana? Entah. Tak ada sedikit pun keberanian untuk menghubungimu. Bohong bila aku tak merindukannmu. Biar saja. Kutabung kerinduanku untuk pertemuan kita kelak. Walaupun aku tak tahu kapan kita akan bertemu. Pertemuan kita, tak ada tegur-sapa yang selalu kuharapkan. Pun senyum manis yang kurindukan. Ah, aku terlalu kuyu untuk memulai. Dan kau, terlalu tak acuh untuk melakukannya.

Mengapa semua orang mengkhawatirkan hubungan kita? Bahkan tak ada hubungan apa pun di antara kita. Selain teman lama yang kembali menjalin komunikasi. Setidaknya setelah kau mulai menghubungiku lagi. Itu saja. Mereka bilang, kau menaruh hati padaku. Dan setelah hal ini, mereka berkata bahwa mereka mengkhawatirkan kita. Takut kau akan melakukan hal yang sama seperti yang sudah-sudah.

Kadang kala, kau membuatku merasa menjadi orang yang spesial. Ya, menemanimu bercakap-cakap lewat pesan teks, mendengarkan rangkaian mimpi-mimpimu, hingga kau tertidur. Mengingat banyak sekali wanita yang mengagumimu. Aku merasa beruntung.

Namun, bila keadaannya seperti sekarang, aku menjadi tak berarti. Aku merasakan hal yang tak ingin kurasakan lagi. Aku bosan dengan yang seperti ini; menahan rindu sendirian, mencari kabarmu diam-diam. Menyesakkan.

Seharusnya kita tak perlu membuat janji saat itu. Tak perlu dua, satu pun belum ada yang kita realisasikan dan kau sudah menunjukkan tanda-tanda akan segera beranjak dari persinggahan sementaramu –aku. Apa sebaiknya kita batalkan saja perjanjian itu? Pun mimpi-mimpi yang kita rajut berdua. Apa sebaiknya aku berhenti saja? Sebelum terlalu jauh –mencintaimu.

18 Juni 2013
Asri Ayu Nuryani

No comments:

Post a Comment