Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Monday, May 27, 2013

Maaf dan Terima Kasih

Kautahu? Sangat sulit bagiku untuk berdamai dengan masa lalu. Kau bisa bilang bahwa aku membencinya. Aku membenci setiap hal yang membuatku menjatuhkan air mata di masa itu. Ah, aku bodoh sekali. Sungguh. Pikiranku kacau. Hatiku berantakan. Dan aku masih saja bersikeras bahwa ini adalah salahnya.

Dan kau tahu? Terkadang kita lebih suka mengorek kesalahan orang lain, dan lupa bagaimana caranya bercermin. Memalukan. Dan aku melakukan hal memalukan itu kepada seseorang yang dulu kusayangi habis-habisan.

Walaupun ia memang bersalah, namun alangkah baiknya bila kita bercermin sebelum menghakimi seseorang bukan? Ya, seharusnya begitu. Namun saat itu, sakit hatiku sudah sangat keterlaluan. Aku terbiasa dengan kesakitan. Tetapi bukan kesakitan yang seperti itu. Jadi maafkan aku, atas segalanya. Perlu kusebutkan? Baiklah.

Friday, May 03, 2013

Sanggupkah Aku, Kau dan Waktu Menjawab

Aku sangat kerepotan membereskan hatiku. Sampai suatu ketika kaudatang. 

“Untuk apa kaudatang?” tanyaku. 

“Aku tak tahu.” jawabmu. 

“Untuk membantuku menata ulang hatiku?” tanyaku lagi. Kau diam. “Atau hanya ingin menambah kekacauan yang menyedihkan ini?” Kau masih diam.