Blogger Widgets
Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani

Wednesday, February 20, 2013

Tali Sepatu


Sebulan yang lalu kebahagiaan masih mengisi setiap sudut hatiku, dimana setiap ruangnya hanya namamu yang terpampang indah.

Membiarkan dan merelakanmu pergi, bagaikan melepaskan ikatan tali sepatu yang terlanjur nyaman di kakiku. Saat talinya terlepas, aku tak bisa melangkah. Diam. Tak berkutik. Karena setiap langkah yang kutempuh hanya akan membuatku terjatuh dan terjatuh lagi. Menyisakan luka pedih yang ternyata ikut kaurasakan saat melihatku yang sedang menangis meratapi segalanya.


Kamu selalu bilang, akan ada yang membantuku mengikat tali sepatu itu lagi. Yang bisa mengikatnya jauh lebih erat dari yang kaulakukan agar tidak terlepas lagi. Tapi selalu kujawab bahwa untuk saat ini aku tidak memerlukan orang lain untuk itu. Dan tidak akan kuminta bantuan siapapun untuk melakukannya. Aku bisa melakukannya sendiri.

Sekarang aku berhasil. Aku berhasil mengikat tali sepatu itu, oleh dan untuk diriku sendiri. Agar aku tidak terjatuh untuk kesekian kalinya hanya karena seseorang yang biasa melakukannya untukku pergi menjauh.

Sekarang aku tak perlu lagi menangis karena aku terjatuh. Aku selalu tersenyum karena aku bisa bebas berlari. Jauh. Mengejar semua mimpi-mimpi yang terangkai indah di benakku. Tanpa harus merasa perlu berterima kasih dan tidak enak hati karena telah membiarkanmu mengikat tali sepatuku terus-menerus. 

January, 29th 2013 10:41 pm

No comments:

Post a Comment