Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani.

Saturday, January 19, 2013

Sepertinya kita memang telah benar-benar lupa bagaimana cara membahagiakan satu sama lain.

"Aku tidak lupa bagaimana cara membahagiakanmu. Aku masih bisa membahagiakanmu." sangkalmu kala itu.

Kalau begitu, kamu mungkin hanya tidak tahu untuk apa kamu melakukannya. Karena selalu saja hanya kecewa yang berulang kali kuhadirkan tanpa sengaja untukmu. Lagi dan lagi. Hingga kamu bosan, lelah bahkan muak dengan semua ketidakjelasan yang bahkan kauciptakan sendiri.

"Aku telah melakukan semuanya, apapun untukmu. Demi kamu."


Semua? Apa? Bisa kamu jelaskan?
Meninggalkan dan membenci masa lalumu? Apa aku pernah memintamu untuk melakukan itu? Meninggalkan masa lalumu demi aku? Bukankah saat itu kamu yang datang lagi padaku untuk memperjuangkan perasaanmu terhadapku? Membenci masa lalumu demi aku? Bukankah aku yang selalu berusaha mendamaikanmu dengan masa lalumu yang melibatkan aku disana? Kamu pikir aku bahagia dengan sikapmu yang selalu menganggap masa lalumu sebagai sampah? Bukankah masa lalu seharusnya menjadi pelajaran hidup berharga?

"Tapi aku melakukan itu hanya di depanmu. Demi kamu."

Aku sudah pernah bilang padamu, jangan pernah memakai topeng di hadapanku. Aku jadi terlihat seperti anak kecil yang sedang dibohongi orangtuanya. Seakan-akan kamu melakukan semuanya sekedar agar aku bahagia, tanpa tahu apa-apa dibalik kebahagiaan yang kudapat. Aku sangat berterima kasih  dan sangat menghargai semua usahamu untuk membahagiakan aku. Tapi caramu salah, sayang. Maafkan aku yang membiarkanmu melakukannya terlalu jauh. Aku terlihat jahat di hadapan semua orang. Aku merasa malu pada diriku, kamu, dan masa lalumu. Sekali lagi, maaf.

Bahagiakan seseorang dengan cara yang benar. Agar perasaannya tidak menjadi salah di mata siapapun. Bila kamu melihat kesalahan, bantu luruskan. Agar tidak terulang lagi kejadian menyakitkan seperti kita yang sekarang tak lagi menjadi 'kita'. Hanya aku dan kamu. Dua orang makhluk Tuhan yang saling membahagiakan dengan cara yang salah.


Asri Ayu Nuryani

33 comments

mustinya mbak jujur,, biar gak ada yg tersakiti,, #ehhh,,

REPLY

curhan hati terdalam....
jujur untuk diawal agar tiada kata sesal diakhir.

REPLY

Aku sudah pernah bilang padamu, jangan pernah memakai topeng di hadapanku. Aku jadi terlihat seperti anak kecil yang sedang dibohongi orangtuanya. Seakan-akan kamu melakukan semuanya sekedar agar aku bahagia, tanpa tahu apa-apa dibalik kebahagiaan yang kudapat. Aku sangat berterima kasih dan sangat menghargai semua usahamu untuk membahagiakan aku. Tapi caramu salah, sayang. Maafkan aku yang membiarkanmu melakukannya terlalu jauh. Aku terlihat jahat di hadapan semua orang. Aku merasa malu pada diriku, kamu, dan masa lalumu. Sekali lagi, maaf.

gua suka yg itu, emang gak enak banget kalo tau selama ini hanya dusta belaka :(

REPLY

bismillah.
tetap komunikasi kan kak? baik mana hubungan masa lalu atau sekarang?

bagi saya ini adalah indikator suatu hubngan bahwa kekeliruan dalam bergaul mengakibatkan kesan buruk untuk pergaulan selanjutnya.

kebahagiaan itu diciptakan oleh masing-masing orang, olehnyanya itu masalalu yang terkesan buruk bisa menjadi baik jika saling pengertian

REPLY

masa lalumu ya punya kamu.masa laluku ya punya aku.
nggak penting gimana masa lalu kita,yang penting adalah kita di masa sekarang, dan masa depan.
itu yang aku dan pacar anut

REPLY

wah kok anu mu itu bisa kayak gitu, apa mungkin komunikasi kamu dan dia kurang lancar sampek dia berpura2 gitu, wah tapi terkadang semua itu diawali dari kepura2an contoh solat : dulu gua solat itu pura2 gara2 dipaksa ortu, skg gua terbiasa, semoga ayank mu itu semakin terbiasa dengan elu dan cinta bener2 ama elu

REPLY

beda kebahagiaan yang benar sama yang salah memang setipis kertas
kebahagiaan memang abu2 dan terkadang ambigu (y)

REPLY

"Bahagiakan seseorang dengan cara yang benar"
aku suka kalimat ini karena terkadang apa yang orang lain anggap adalah sesuatu yang membuat kita bahagia, ternyata bukanlah sesuatu yang membuat kita bahagia..

REPLY

suka dengan kata katanya apalagi sama paragraf yang terakhir.
"Bahagiakan seseorang dengan cara yang benar" setuju sama kalimat ini

REPLY

salah seseorang, bukan berarti kita harus menyalahkan mereka, karena pada dasarnya kita juga salah, namun kagak suka lari dari kenyataan :)

REPLY

Keren, suka banget sama kalimat terakhirnya Dua orang makhluk tuhan yang saling membahagiakan dengan cara yang salah. Gak dipungkiri lagi sekarang banyak yang gitu. :)

REPLY

gara-gara membahagiakan dengan cara yang salah kita jadi bisa melek, bisa ngambil pelajaran, seharusnya dari awal kalo ga mau ya bilang ga mau, tanpa harus membawa "demi kamu demi kamuan"

REPLY

iya setuju banget nih. Yang penting kejujuran dan saling percayan. Bener juga itu, harus bahagia-in orang dengan cara yang benar.

REPLY

kalau ini cerita tentang 2 sejoli dlm hubungan pacaran rasanya complicated banget yaa..niat hati ingin membahagiakan apa daya tangan tak sampai...

REPLY

maksud hati A, tapi persepsi yang menerima, ternyata B.. gitu kali ya :)

REPLY

JUjur itu menyakitkan, tap akhirnya adalah kbahagianan. :)

REPLY

ada award utk kamu ya....

http://www.ajavasisme.com/2013/01/sunshine-award.html

REPLY

jleb... dalem banget nih curhatan... entah aseli atao engga aseli tapi gua bisa dapet feelnya

REPLY

Hayo tebak asli apa engga? Hehe makasih, bang. :)

REPLY

Kurang lebih begitu kak. :)

REPLY

Begitulah kak hehe. Makasih udah baca, kak. :)

REPLY

Betul. Makasih udah baca, kak. :)

REPLY

Hmmmm. Iya kak, emang harus lebih introspeksi juga saya. :)

REPLY

Terima kasih, kak. :)

REPLY

Ah, bener banget kak. Makasih udah baca, kak. :)

REPLY

Waduhhhh. Makasih sarannya, bang. :)

REPLY

Kuat banget komitmennya. :)) Makasih kak, udah baca. ;)

REPLY

Alhamdulillah sudah selesai, kak.

Setuju! :))) Makasih udah baca. ;)

REPLY

Iya, betul :") Makasih udah baca, kak.

REPLY

Hmm seharusnya begitu. :)

REPLY

Asri Ayu Nuryani ©. Powered by Blogger.

Semesta Kata . 2017 Copyright. All rights reserved. Blog Templates Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates