Blogger Widgets
Semesta Kata. A blog by Asri Ayu Nuryani

Sunday, December 30, 2012

Dufan with @semisocial6 ☀

Assalamu'alaikum. Selamat malam! Selamat liburan. Apa kabar? Gue sih alhamdulillah sehat wal afiat, cuma kanker aja. Yak, kantong kering. Tau karena apa? Apa? Apa hayooooo? #apasih. Iya, jadi kemarin gue abis ke Dufan bersama warga @semisocial6 kelas gue yang sangat amat cetarrrrrr membahana badai ulalaa~ Kita cuma bertujuhbelas. Kenapa cuma? Karena kelas gue isinya 47 orang anak manusia, jadi nggak semuanya bisa ikut. Gitu.... 

Sehari sebelum berangkat gue nggak tenang abis. Kenapa? Karena nggak diizinin buat berangkat ke Dufan, kalau naik motor. Gue bingung harus apa, harus gimana, harus nyerah atau bertahan? #eh. Akhirnya gue minta bantuan abang gue terganteng se-galaksi Bimasakti atau nama kerennya Milkyway ini. Gue minta bantuan buat bujuk mereka supaya percaya sama gue kalau gue nggak bakal kenapa-kenapa kalau naik motor. Dia bingung. Gue juga bingung? Kalian bingung nggak? Akhirnya, dia nyuruh gue buat ambil kertas & pulpen, gue disuruh catet nama anak-anak yang ikut plus nomer handphone-nya. Gue nurut. Dia langsung meluncur menghadap Papa. Beberapa menit kemudian, dia balik. Gue diizinin. Terima kasih Ya Allah. O:) Makasih Aa. :*

Wednesday, December 19, 2012

Kepada Kamu

Kepada kamu,
Rindu ini kualamatkan
Rindu yang sebelumnya tak pernah menuntut bukti
Pelukan kita hampir terlepas, sayang

Kepada kamu,
Cinta ini kujatuhkan
Cinta yang sebelumnya tak berbalas
Tenggelamkan aku lagi di pelukmu, sayang



Tuesday, December 11, 2012

Untukmu, Sahabat

Aku lelah mengiba pada jarak
Bahkan untuk sebuah pertemuan singkat
Satukan kepingan memori indah
Menyelinap bersama kepingan memori lain di ruang khayal masa kecil

Aku menyerah untuk mengemis pada waktu
Bahkan untuk tatapan sepersekian detik
Kumpulkan rindu menyesakkan
Menyeruak di tiap sudut hati kecil

Aku merindumu, aku rindu kita

Untukmu, sahabat

Sunday, December 09, 2012

Menunggu

Terbangun oleh cahaya menyilaukan dari sudut jendela pengharapan
Kemudian sarapan dengan sepiring ketidakjujuran dalam diam yang kita sajikan bersama
Mencoba bernafas dan keluar dari rumah pesakitan

Aku mulai menari dengan luka
Mencoba bersahabat dengannya
Sembari melenyapkan rindu tak bertuan
Yang tak kunjung terbalas

Saturday, December 01, 2012

Bukankah Begitu?

Kita pernah saling acuh sebelum mulai saling mengenal
Saat awal cerita kita
Sebelum aku menjatuhkan hatiku, tepat disitu-- di hatimu

Kita pernah saling berbagi sebelum mulai saling memahami
Saat mulai menemukan kebahagian di tempat yang sama
Sebelum kau membiarkan rasa ini hidup dalam keadaan sekarat saat itu